Ngentot Diatas Meja Komputer - Cerita Dewasa

Ngentot Diatas Meja Komputer – Cerita Dewasa

Cerita Dewasa – pada waktu itu aku memberikan handukku pada Rista, terlihat tali BH Rista yang mempunyai warna hitam di bahunya. Walaupun itu cuma seutas tali BH di bahu, tapi itu sudah cukup untuk bikinku berimajinasi yang bukan-bukan tentang Rista.
“Makasih ya Arya..”, wah, nada/suaranya betul-betul bisa bikinku terbang ke langit ke7..
“eh, iya..”, jawabku.

Lalu Rista masuk kembali ke kamar mandi. Tak lama lantas sudah terdengar nada/suara cebyar-cebyur air. Aku tak dapat tidak melakukan suatu gerakan atau diam memikirkan tubuh Rista yang telanjang.. Kulitnya pasti mulus.., putih.., dan badannya amat seksi sekali.. mmhh.. aku tak kuasa untuk menahan nafsuku.. Aku masuk ke kamar, dan masuk ke kamar mandiku (mempunyai letak tepat di Dibagian kamar mandi tamu tempat Rista mandi).Di dalam kamar mandi, aku langsung melepaskan seluruh pakaianku dan melakukan pengambilan sabun untuk onani. Aku memegang penisku yang sudah amat tegang (terasa belum pernah “dia” sebesar ini.Bayangan akan Rista betul-betul telah menjadikannya amat keras..). sedikit sabun, aku mulai meremas-remas penisku, dan pelan-pelan mulai mengocoknya maju-mundur.. mm.. aku memikirkan ini ialah tangan Rista yang mengocok penisku.. oohh Rista.. andaikata kamu mau mandi ku disini.. hhmm.. imajinasiku telah melayang ke mana-mana. Sedang asyik-asyiknya onani, Datang-Datang pintu kamar mandiku diketuk dari luar.
“Arya.. Kamu lagi mandi ya? Sori membuat ganguan lagi. Kamu ada sabun cuci muka nggak? Aku lupa bawa tadi..”, terdengar nada/suara Rista memanggil.

Aku kaget! Wah, mana udah mau k5ks, eh Rista ngetuk pintu. Buyar deh imajinasiku yang sudah kubangun dari tadi. Wah, pasti Rista sudah pakai baju lengkap lagi layaknya tadi, tidak telanjang layaknya dalam bayanganku. Tapi nggak apa-apa deh, kan aku bisa ngeliat Rista lagi jadinya. Aku lingkarkan handuk di pinggangku untuk membuat supaya tidak nampak penisku yang tegang, lalu aku ambilkan sabun cuci mukaku untuk Rista.
“ini Win, sabun cuci mukanya”, kataku sembari membongkar pintu.

Wahh.. terbukti Rista cuma mengenakan handukku yang kuberikan tadi, tidaklah berpakaian lengkap! Rejeki lagi nih! pembalut handukku yang tidak terlalu lebar itu, tampak kulitnya yang betul-betul putih mulus. Handukku cuma membuat supaya tidak nampak dari dwujudnya hingga sekitar 15 cm diatas lututnya. Tampak olehku pacuma yang seperti itu indah. Rambutnya yang basah juga memberi efek yang menjadikannya semakin terlihat seksi.. Tanpa bisa dibendung, penisku menjadi semakin tegang lagi.
“Makasih Arya.. Wah, bener-bener sori ya, jadi ngeganggu mandimu..”, kata Rista lagi.
“Ehm.., nggak apa-apa kok Win.”, jawabku terbata-bata disebabkan nggak kuat menahan nafsuku..
Tanpa kusadari, penisku semakin menyembul dan bikin handukku nyaris copot. Jarakku Rista waktu itu amat dekat, sehingga penisku yang sudah berdiri itu menyentuh bagian perut Rista penisku dan perut Rista sama-sama tetap tertutupi handuk. Rista kaget, disebabkan ada sesuatu yang menghimpit perutnya. Cerita Selanjutnya Ngentot Diatas Meja Komputer – Cerita Dewasa