cerita-telanjang-dengan-mas-ridwanCerita Telanjang Dengan Mas Ridwan

Cerita Dewasa itu kutahu sesudah hingga di kampungku. Aku memperoleh kepastian itu dari Ridwan, kawanku yang menjadi guru di salah satu SD di kampungku. Aku memang sempat mampir ke Tempat Tinggalnya sebelum ke Tempat Tinggal ibu mertuaku. Kalau mungkin sesudah acara peringatan almarhum ayah mertuamu, alangkah baiknya Bu Amah kamu ajak saja ke Jakarta Win. Jadi tidak menjadi aib Famili. Soalnya manusia sudah mulai menggunjingkan, kata dia waktu aku berpamitan. Kuakui saran Ridwan memang amat tepat. Tetapi kalau ibu mertuaku menangkis, terasa sukar juga untuk memaksanya. Untuk berterus terang bahwa sudah banyak Masyarakat kampung yang tahu bahwa ibu mertuaku berselingkuh Barnas dan Masyarakat mempunyai niat menggerebeknya, ah terasa amat tidak cocok atau sepadan mengingat kedudukanku Selayak menantu. sesudah berpikir keras dalam ekspedisi ke Tempat Tinggal ibu mertuaku, kutemukan sesuatu solusi. Bahkan pada waktu itu aku mulai memikirkan langkah-langkah yang akan kulakukan, tak terasa batang penisku jadi menegang.

hingga aku langsung bergegas agar langsung hingga ke Tempat Tinggal dan tidak kemalaman. Aku takut ibu mertuaku sudah tidur dan tidak bisa menggerakkan siasatku. terbukti ibu mertuaku belum tidur dan ia sendiri yang membongkarkan waktu aku mengetuk pintu. layaknya biasa sesudah kucium tangannya, ibu langsung memelukku. akan tetapi tidak sama dari umumnya, pelukan ibu mertuaku yang umumnya kusambut biasa-biasa saja tanpa perasaan kini amat kunikmati. Bahkan kudekap erat hingga tubuhnya betul-betul merapat ke tubuhku. layaknya biasa ia cuma memakai kutang dan melilitkan kain panjang di pinggangnya. waktu kupeluk buah dwujudnya terasa menghimpit lembut ke dadaku. Teteknya yang besar tetap lumayan kenyal, seperti itu aku membathin sembari tetap memeluknya. Bahkan sengaja aku sempat mengusap-usap punggungnya dan mukaku sengaja kudekatkan hingga pipiku dan pipinya saling menempel. Cerita Telanjang Dengan Mas Ridwan