cerita-telanjang-berlumur-maniCerita Telanjang Berlumur Mani

Cerita Dewasa Satu persatu bajunya jatuh ke lantai, BH, CD, tapi kami tetap berciuman. Tangan saya tidak tinggal diam, meremas diatas, sesekali memainkan puting dan meraba serta memainkan tangan saya di bagian alat vitalnya. Oi.. bulu alat vitalnya yang menggoda. Sungguh terlihat amat lezat waktu itu. Liang persetubuhannya telah banjir akibat otot kewanitaannya melontarkan cairan disebabkan rangsangan dari saya. Tangannya mulai membongkar satu persatu pakaian saya hingga kami berdua telanjang bulat.

Saya membuat masuk jari tengah saya didalam lubang alat vitalnya, terus jari telunjuk saya memainkan klitorisnya yang mulai menegang, dan dia mulai merebahkan tubuhnya di sofa. Saya ciumi lagi putingnya dan kuSorong-Sorongkan lagi liang kesenangannya dua jari.

Dia mulai melacak-cari batang keperkasaan saya yang sudah tegang sejak tadi dan mulai melakukan hisapan batang kemaluan saya, dimulai dari kepala hingga perlahan-lahan mulutnya masuk dan melahap batang kejantanan saya semuanya. Saya tambahkan jari saya satu lagi hingga ada tiga jari yang masuk didalam liang persetubuhannya. Tidak hingga disitu, saya lantas menambah lagi satu jari saya hingga cuma jempol saja yang tetap di luar memainkan klitorisnya. Cerita Telanjang Berlumur Mani