cerita-tante-sembari-mengecup-bibirCerita Tante Sembari Mengecup Bibir

Cerita Dewasa Woww, indahnya. Dia tampak cengengesan sembari memolesi bibirnya gincu. Mau kemana? tanya saya. Nggak. Pengin makai lipstik aja. Saya meneruskan membaca. Coli ya Mas? katanya. Gadis ini memang manja, dan amat terbuka saya. pada waktu itu saya tetap berpacaran istri saya, kemanjaannya bahkan luar biasa. Tak jarang kalau saya datang dia menggelendot di punggung saya. Tentu saya tak punya pikiran apa-apa. Dia kan tetap kecil waktu itu. Tapi sekarang. Ahh. Datang-Datang saya memperdulikannya. Dia sudah dewasa. Sudah seksi. Teteknya 34. Pinggang ramping, kulit bersih. Dia yang paling cantik diantara saudara istri saya.

Pikiran saya mulai kotor. berbasickan saya, akan lebih mudah sesungguhnya menjebak Rosi daripada Mbak Maya. Rosi lebih terbuka, lebih manja. Kalau cuma mengecup pipi dan mengecup bibir sedikit, bukan hal yang menyukair. Dulu saya sering mengecup pipinya. Tapi sejak dia terlihat sudah dewasa, saya tak lagi membuatnya. selanjutnya sasaran jebakan saya berpindah tempat ke Rosi. Saya mencari jalan melupakan Mbak Maya. Cerita Tante Sembari Mengecup Bibir