cerita-tante-pantat-yang-bohaiCerita Tante Pantat Yang Bohai

Cerita Dewasa Kurang keras nggak, Mbak? Cukup, Mas.. tatkala matanya sekarang sudah tidak lagi terlalu konsentrasi ke layar kaca. kadang-kadang merem melek. Tanganku menggapai pantatnya yang tertutup daster. Kuremas, kutekan, kadang-kadang tanganku kusisipkan diantara pacuma hingga dasternya membuat sesuatu pantat gempal itu. Kusengaja berlama-lama menggarap pantatnya, toh dia diam saja.

Pantat Mbak empuk lo.. godaku sembari sedikit kucubit. Ah, Mas ini bisa saja.. Mbak jadi malu ah, masak pembantu dipijitin juragannya.. Sudah ah, Mas.. pintanya. sembari berusaha, berdiri. Sabar, Mbak, belum hingga ke bawah, kataku sembari menyorongnya balik ke permadani. Aku tetap kuat kok.

Tanganku bergerak ke arah pacuma. Meremas-remas mulai diatas lutut yang tidak tertutup daster, lalu makin naik dan naik merambat ke balik dasternya. Mbak Sum mula-mula diam akan tetapi pada waktu itu tanganku makin tinggi memasuki dasternya ia jadi gelisah. Cerita Tante Pantat Yang Bohai