cerita-tante-memegang-penisCerita Tante Memegang Penis

Cerita Dewasa Aku semakin Kelelap dalam kolam kesenangan waktu Mbak Murti melakukan jilatan, mengecup, dan menggigit kecil puting dadaku. Jemarinya mulai mengelus penisku, sekejap lantas, dalam satu gerakan yang amat cepat, dilepasnya celanaku, dan aku yang tidak berdaya telah telanjang, duduk di kursi Pak De. Mbak Murti semakin tak terkendali, darah semakin mengalir deras ke penisku, keras-panjang-tegak-mengajukan tantangan.

Aaahh..! desah panjang Mbak Murti, nafasnya yang panas terasa amat dekat di sekitar bawah perutku, penisku yang telah dalam genggamannya tak dilepasnya lagi. Oohh.., Mbaak..! terucap dari mulutku waktu dia mendaratkan lidahnya di ‘leher’ penisku.

Disitu dia memutar dan memainkan lidahnya, aku tak dapat menahan keluarnya cairan kentalku. Mmm.., Damar..! dan tatap kagum pada penisku (panjang 18 cm, lingkar 5 cm) dijilatinya protein yang mengalir dari tubuhku itu. Cerita Tante Memegang Penis