Cerita Pak Lik Ku Mengauli Istri Ku

Cerita Dewasa mendekati masuk kota Kroya jam tunjukkan pukul 2 siang waktu aku merasa agak demam. Tubuhku melemah dan kepalaku mulai terasa pusing. sembari berpesan agar menyupirnya tidak usah buru-buru, istriku memberi obat berwujud puyer anti masuk angin yang senantiasa dia bawa waktu bepergian jauh. Sesudah aku meminumnya, rasa tubuhku agak lumayan dan pusingku sedikit menjadi kurang.

Cerita Pak Lik Ku Mengauli Istri Ku

Tetapi tetap saja tidak senyaman kalau tubuh sedang betul-betul sehat. mendekati masuk gerbang desa Redjo Legi menuju Tempat Tinggalnya Pak Lik, aku merasakan sakitku tak tertahankan lagi. Kupaksakan terus jalan pelan-pelan hingga tepat jam 5 sore, mobilku memasuki halaman Tempat Tinggal Pak Lik yang layaknya umumnya, memapak kami sepenuh kehangatan.

pada waktu itu dia tahu aku sakit, dia panggil embok-embok di kampungnya yang biasa mijit dan kerokan. Suatu teraturitas orang Jawa kalau sakit, tubuhnya dikerok mata uang logam untuk melontarkan anginnya. pada waktu itu sakitku tidak juga menjadi kurang, dikawani istriku, Pak Lik mengantarkanku pergi ke dokter yang tidak jauh dari Tempat Tinggalnya.

Dalam ekspedisi ke sana, Datang-Datang hujan turun lebatnya. Tak urung tubuh kami bertiga pun menjadi basah. Untungnya jarak kami klinik dokter itu sudah dekat, sehingga kami bisa cepat berteduh di sana. Tanpa khawatir pakaian kami menjadi basah kuyup disebabkannya. Baca Cerita Selanjut nya Cerita Pak Lik Ku Mengauli Istri Ku