cerita-mesum-mbak-sarahCerita Mesum Mbak Sarah

Cerita Dewasa mengapa…? Kamu ga mau…? Kamu ga suka…? Tanya Sarah nada yang mulai sedikit sewot. Kalo kamu nggak mau juga gapapa… Sarah tetap bisa kesana kok bareng mas Markus… Enggak… Gapapa kok sayang… pasrahku. Makasih ganteng…. tutur istriku manja sembari mengecup keningku.

Tempat Tinggal orang tua Sarah berjarak sekitar 6 jam ekspedisi, sehingga guna hindari keMogokan, kami berangkat dari semenjak subuh. layaknya biasa, semenjak eksistensi Markus di kehidupan kami, akulah yang senantiasa menjadi supir. Duduk sendirian di kursi depan, dibelakang roda kemudi. tatkala Sarah dan Markus, selingkuhannya, senantiasa menjadi penentu untuk duduk di kursi tengah.

Selama ekspedisi ke Tempat Tinggal orang tua Sarah, aku cumalah layaknya patung yang tidak mereka gubris sekalipun. cuma menyetir dan konsentrasi ke jalan, tatkala istriku dan Markus saling memainkan nafsu birahi mereka leluasa.

Sarah, atasan tanktop tanpa bra dan rok mini tanpa celana dalam, senantiasa dapat dibuka oleh Markus segala cara. Entah mengapa, Markus senantiasa duduk di Dibagian kiri istriku. Cerita Mesum Mbak Sarah

Pencarian Konten: